Telan Biaya Revitalisasi Rp 1,5 Miliar, Pasar Kareka Nduku di Sumba NTT Diresmikan

bahissitelerikayit, Jakarta Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KemenKopUKM) meresmikan pasar Kareka Nduku Selatan di wilayah Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang merupakan bagian dari program revitalisasi pasar rakyat yang akan dikelola oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KemenKopUKM). Koperasi Pasar. .

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (MenKopUKM) Teten Masduki mengatakan, pelaksanaan program kebangkitan pasar rakyat ini sangat penting karena pasar merupakan wahana yang mempertemukan petani, pedagang, dan pembeli serta menjawab kebutuhan masyarakat. lingkungan juga. masyarakat. . Telan Biaya Revitalisasi Rp 1,5 Miliar, Pasar Kareka Nduku di Sumba NTT Diresmikan

“Yang penting pedagang di sini punya akses. Desain di sini bagus karena memberikan platform yang luas kepada penjual. “Pasar ini juga harus bersih agar sehat dan mudah untuk berbelanja,” kata Menteri Teten pada pembukaan pasar Kareka Nduku Selatan sebagai pasar penerima bantuan dalam menghidupkan kembali pasar rakyat yang dikelola Koperasi Daerah Sumba Barat. , NTT, pada Sabtu (15/12/2023).

Bantuan kebangkitan pasar mencapai Rp 1,5 miliar. Pembangunannya dimulai pada Juli 2023 dan selesai pada November 2023. Pasar ini mampu menampung 57 pedagang dan merupakan pasar pertama di Sumba Barat yang dikelola koperasi. Baramulti Suksessarana Sebar Dividen Rp 118,39 per Saham

Selain itu, Menteri Teten mengaku sangat senang mengunjungi pasar tersebut. Pasar Kareka Nduku Selatan, menurutnya, bisa menjadi pasar yang menyenangkan bagi masyarakat.

Menteri Teten juga menyerukan lebih banyak pengembangan lingkungan pasar ke depan melalui koperasi pasar.

“Seharusnya ada lemari es di sini.” Dengan begitu, jika penjualannya tidak berhasil, bisa diselamatkan dan dijual kembali. Koperasi pasar harus mempunyai peluang. Penjual juga bisa memasok melalui koperasi. “Lingkungan ini harus kita ciptakan,” kata Menteri Teten.

See also  Akhir Pekan, IHSG Ditutup Balik Lagi ke Level 7.017

Menteri Teten juga beranggapan koperasi pasar bisa menjadi wirausaha dalam menjual produk di pedesaan. Melihat melimpahnya buah-buahan di wilayah Sumba Barat, ia meyakini perkembangan produksi buah-buahan akan meningkat pesat jika dikelola dengan baik.

“Buah di sini sangat enak.” Hal serupa juga terjadi di Palu. Kini telah menjadi pusat produksi dan ekspor durian di China dan Thailand. Bukan durian utuh yang diekspor, melainkan pasta beku untuk memasok industri minuman. “Di sini saya kira bisa juga, karena kalau diolah menjadi produk setengah jadi bisa dijual ke seluruh dunia,” ujarnya.

“Pengen banget kesini lagi, tempat ini sudah menjadi tempat wisata makan durian terbaik di Indonesia. Karena subur dan curah hujannya sedikit, buah-buahan paling enak ada di sini. “Selain itu alam di sini juga indah, menarik untuk datang ke sini,” kata Menteri Teten.

Sementara itu, Bupati Sumba Barat Yohannis Dade mengatakan, keberadaan MenKopUKM merupakan berkah bagi masyarakat dan pemerintah Sumba Barat.

“Dengan membangun pasar ini, beban kami akan diringankan. “Atas nama pemerintah daerah dan seluruh masyarakat, saya mengucapkan terima kasih dan terus berdoa agar MenKopUKM sukses dan mendapat ridho Tuhan,” kata Yohannis. Telan Biaya Revitalisasi Rp 1,5 Miliar, Pasar Kareka Nduku di Sumba NTT Diresmikan

Menurut Iohannis, kebangkitan pasar rakyat membuktikan bahwa negara hadir dalam masyarakat dan juga mendukung pembangunan perekonomian daerah melalui koperasi dan UMKM serta penjualan.

Wilayah Sumba Barat merupakan rumah bagi banyak koperasi dan 9.396 UMKM yang memproduksi kerajinan tangan dan aksesoris.

“Ada potensi pengembangan produk yang dihasilkan, namun tidak terealisasi karena keterbatasan modal, prasarana dan sarana, sulitnya bahan baku, kualitas produk yang tidak berdaya saing, kurangnya pengetahuan tentang diri. pengembangan dan kurangnya aspek komersial. “Kami berharap ada dukungan dan jalan keluar bagi koperasi dan UMKM di Sumba Barat, yaitu pemberian pelatihan teknis untuk pengembangan diri,” tutup Yohanis.

See also  Sri Mulyani Ungkap Kinerja Pasar Keuangan Domestik: Modal Asing Surplus Rp60 Triliun

About the author: admin

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *