Saham WIIM Anjlok, BEI Pasang Mata

bahissitelerikayit, Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau pergerakan saham PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIMI). Hal ini disusul dengan penurunan harga saham WIIM (Abnormal Market Activity/UMA) yang tidak normal.

Menjelaskan pengumuman informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (20/12), “Mengenai terjadinya aktivitas pasar yang tidak wajar pada saham WIMI, kami sampaikan bahwa pihak bursa tengah memantau perkembangan hal tersebut. berbagi transaksi.pola.yang harus dilakukan.” /2023). Saham WIIM Anjlok, BEI Pasang Mata

Saham PT Wismilak Inti Makmur Tbk sangat positif awal pekan ini. Pada Senin 18 Desember 2023, saham WIIM turun 24,92 persen menjadi 2.230.

Penurunan berlanjut pada Selasa 19 Desember ketika saham WIIM turun 17,71 persen menjadi 1.835. Saat ini, Rabu 20 Desember 2023, saham WIIM ditutup pada level 1.854 dengan penguatan tipis 0,54 persen. Berdasarkan data RTI, saham WIIM turun 37,24 persen dalam sepekan. Namun saham WIIM naik 147,65 persen pada tahun lalu.

Terkait terjadinya UMA pada saham WIIM, bursa mengimbau investor memperhatikan tanggapan perusahaan bersangkutan yang tercatat dalam permintaan konfirmasi bursa. Selain itu, kami juga memperhatikan kinerja emiten dan keterbukaan informasinya.

Investor juga disarankan untuk mengkaji ulang rencana bisnis emiten apabila rencana tersebut belum mendapat persetujuan RUPS.

Dan mempertimbangkan berbagai faktor yang mungkin timbul di kemudian hari sebelum mengambil keputusan investasi. Perlu diketahui, informasi terkini mengenai emiten telah dipublikasikan di website Bursa pada tanggal 8 Agustus 2023 mengenai Pernyataan Pendaftaran Bulanan Pemegang Efek. Hasil Investigasi Awal, Smelter PT ITSS Meledak di Morowali Ada Pelanggaran SOP

Diberitakan sebelumnya, Polda Jatim pada Senin 14 Agustus 2023 menggerebek dan berupaya merebut Gedung Griha Wismilak yang masih aktif berfungsi sebagai kantor administrasi.

See also  Menhub: Sejumlah Negara Minat Investasi di Pelabuhan Patimban

Menanggapi hal tersebut, manajemen PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIMI) membenarkan kabar adanya upaya penggeledahan dan penangkapan yang dilakukan Polda Jatim.

Manajemen Wismilak juga menegaskan, gedung Gruha Wismilak yang terletak di Jl Raya Darmo 36-38 Surabaya ini dibeli secara sah oleh PT Gelora Jaja pada tahun 1993 dengan status bersertifikat, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Gedung Grah Vismilak digunakan sebagai kantor administrasi perusahaan dengan status sewa sejak tahun 1993, dan selama ini tidak ada permasalahan hukum mengenai kepemilikan gedung tersebut.

“Manajemen Wismilak dan seluruh karyawan Wismilak sangat menyayangkan adanya upaya penggeledahan dan penyitaan tersebut serta merasa sangat tertekan,” tulis direksi Wismilak dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (16/8/2023).

Saat ini manajemen Wismilak telah menempuh jalur hukum dan segala urusan terkait kejadian serta Gedung Gruh Wismilak kini ditangani oleh tim kuasa hukum PT Wismilak Inti Makmur Tbk.

Dengan cara ini, perusahaan memastikan seluruh operasional Vismilak tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Daerah Kabupaten Jawa Timur, Kompol Farman, mengungkapkan saat ini timnya memiliki tiga perkara yang bisa dijerat dalam kasus dugaan tindak penipuan dan penipuan dalam pemberian hak guna tanah (HGB). Mereka curiga. dan gedung di Gedung Wismilak, Surabaya.

Namun, salah satu tersangka meninggal.

Seharusnya ada tiga kemungkinan tersangka, namun kami mendapat kabar duka bahwa salah satu tersangka meninggal dunia, kata Kombes Farman kepada wartawan di Surabaya, Selasa (15/8/2023).

Coombes Farman melaporkan, tiga calon tersangka terkait dugaan pelanggaran Pasal 266 dan 263 KUHP tentang penegakan surat. Kemungkinan tersangka berasal dari pengembang real estate bernama Gruh Vismilak.

Farman menjelaskan, yang saat ini dipegang oleh Kepolisian Republik Indonesia pada tahun 1945 hingga 1993 dan baru-baru ini ditempati sebagai Mapolrestabes Surabaya Selatan.

See also  Pelita Air Operasikan 11 Pesawat, Bidik 200.000 Penumpang Libur Nataru

“Yang menakjubkan adalah bagaimana HGB berevolusi pada periode 1945 hingga 1993, ketika hal ini masih terkendali,” kata Coombes Farman.

Padahal, lanjut Coombes Farman, di dalamnya terdapat data HGB mati yang kemudian menjadi dasar jual beli hingga HGB baru diterbitkan. Namun masalah ini masih dalam penyelidikan.

Dikatakannya, “Jika kita menerima HGB itu ada, nantinya akan ada PPJB antara Nyono Handoko dan Willie Walla mengenai pembelian HGB yang sudah habis masa berlakunya dan kita masih melakukan negosiasi pada tahun 1992.” dikelola.”

Coombes Farman mengatakan HGB No. 648 dan 649 yang dijadikan dasar kepemilikan Rumah Wismilak berdasarkan Surat Keputusan Kanwil BPN No. Padahal, HGB tidak mungkin muncul atas dasar perintah yang tidak didaftarkan di BPN. Saham WIIM Anjlok, BEI Pasang Mata

Oleh karena itu, dalam pemeriksaan yang dilakukan penyidik, disimpulkan bahwa HGB yang dipegang Vismilak diterbitkan melalui prosedur yang melanggar ketentuan yang berlaku. Kompol Farman mengatakan, “Akibatnya, tidak menutup kemungkinan kedepannya akan ada lebih banyak lagi tersangka dari BPN.”

Secara terpisah, kuasa hukum PT Wismilak Inti Makmur, Sutrisno mengatakan kliennya membeli tanah dan bangunan di sana pada tahun 1993 dari seorang bankir bernama Nyono Handoko. Saat itu, gedung tersebut dalam keadaan kosong dan terkonfirmasi dengan nama Nyono.

Gedung tersebut digunakan sebagai kantor oleh tiga anak perusahaan Grup Wismilak, yakni PT Wismilak Inti Makmur, PT Bumi Inti Makmur, dan PT Gelora Jaja.

Selama tiga puluh tahun beroperasi, Wismilac tidak memiliki permasalahan hukum apapun terkait kepemilikan tanah dan bangunan bersejarah.

“Tidak ada persoalan hukum atau persyaratan atau semacamnya dan sah untuk dibeli,” kata Sutrisno.

About the author: admin

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *