Varian JN.1 Mulai Menyebar di Indonesia, Kemenkes: Turunan Omicron tidak Ganas

REPUBLIKA.CO.ID, Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkap adanya JN.1 Covid-19 di Indonesia. Varian ini berasal dari omikron, sangat menular tetapi tingkat kematiannya rendah. Namun kewaspadaan harus tetap dijaga terkait pendekatan ini.

Kekuatan yang mulai muncul saat ini adalah JN.1. Direktur Departemen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa (19/12/2023), Imran Pambudi mengatakan: “Ini metode omikron .” Varian JN.1 Mulai Menyebar di Indonesia, Kemenkes: Turunan Omicron tidak Ganas

Varian ini ditemukan beberapa saat setelah dilakukan tes terhadap pasien positif Covid-19. Imran melanjutkan, varian JN.1 berasal dari omikron. Sifat varian Omicron adalah menyebar dengan cepat, lebih agresif, namun lebih mematikan atau merusak. WHO: 21 Rumah Sakit di Gaza Sudah Tidak Berfungsi Sama Sekali

Ia menjelaskan, jika melihat epidemi sebelumnya, jumlah infeksi dan kematian meningkat seiring dengan perubahan sifat virus Covid-19. Versi modifikasi dari Covid-19 yang disebutnya intensitas tinggi adalah delta. Sejak itu, varian omikron muncul dengan sifat-sifat yang disebutkan di atas.

“Beda sifatnya. Sekarang ada sedikit perubahan, tapi masalahnya dari Omicron.” Kalau sumbernya masih omikron, lumayan”.

Imran menjelaskan, kematian akibat Covid-19 belakangan ini lebih banyak terjadi pada pasien dengan penyakit penyerta, bukan Covid-19. Meski pilihan ini lumayan, namun semangatnya terus mengejar perkembangan ke depan. Masyarakat harus lebih waspada.

“Kita harus waspada, kita harus melakukan apa yang harus kita lakukan. Makanya kita akan terus pantau perkembangannya,” kata Imran.

Menurut Kementerian Kesehatan, pada 6-18 Desember, jumlah orang yang tertular virus COVID-19 sebanyak 2.204 orang. Sejauh ini, terdapat 243 kasus terkonfirmasi, 116 sembuh, dan dua meninggal. Menurut dia, kematian tersebut terjadi pada pasien yang mengidap dua penyakit.

See also  Penyebabnya Belum Diketahui, Ini 6 Gejala Gangguan Ginjal Akut Menurut Kemenkes

Imran juga menjelaskan, peningkatan kasus Covid-19 secara keseluruhan terlihat pada pasien yang berobat ke rumah sakit akhir-akhir ini. Di sana, mereka pertama kali dites dan dinyatakan positif Covid-19. Ini berbeda dengan wabah yang lalu.

– Sekarang hanya ada sedikit hal yang bersifat sukarela seperti sebelumnya. Jadi yang bertemu dengan orang-orang ini biasanya mau melakukan apa yang ingin mereka lakukan, asal berusaha keras, ujarnya.

Lain halnya dengan Kepala Kantor Kementerian Kesehatan dan Komunikasi dan Pekerjaan Umum Siti Nadia Tarmizi yang mengatakan kabar munculnya kembali wabah tersebut tidak benar. Sebab, menurut dia, semua standar yang ada saat ini jauh lebih rendah dibandingkan standar saat pandemi. Varian JN.1 Mulai Menyebar di Indonesia, Kemenkes: Turunan Omicron tidak Ganas

“Tidak ada kemungkinan (kembalinya epidemi dalam waktu dekat). Semua indikatornya jauh di bawah indikator situasi epidemi,” kata Nadia.

Nadia juga mengatakan, wabah Covid-19 terkini merupakan peningkatan kasus normal. Peningkatan kasus tersebut disebabkan oleh aktivitas masyarakat seperti perjalanan domestik dan internasional serta menjelang libur akhir tahun.

About the author: admin

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *